Ande Ande Lumut
Beberapa tahun kemudian, seorang pemuda tampan
bernama Ande Ande Lumut mengumumkan bahwa dia sedang mencari istri. Tak seperti
gadis-gadis desa lain, termasuk juga saudara-saudara Kleting Kuning, Kleting
Kuning enggan pergi sebab dia masih mengingat Pangeran Kusumayuda. Namun berkat
nasihat dari bangau ajaib penolongnya, maka akhirnya Kleting Kuning pun turut
serta.
Dalam
perjalanannya, ternyata mereka harus menyeberangi sungai yang lebar. Pada saat
itu, muncullah penjaga sungai berwujud yuyu
raksasa bernama Yuyu Kangkang. Yuyu
Kangkang menawarkan jasa untuk menyeberangkan mereka dengan catatan diberi
imbalan bersedia dicium olehnya setelah diseberangkan. Karena terburu-terburu,
semua gadis-gadis desa yang lain segera saja menyetujuinya, dengan pemikiran
bahwa sang pangeran tidak akan mengetahuinya. Hanya si bungsu Kleting Kuning
yang menolak untuk dicium Yuyu Kangkang. Ketika Yuyu Kangkang bermaksud
memangsanya, Kleting Kuning melawannya dengan senjata yang dititipkan oleh
ibunya.
Asal Mula
Cerita Ande Ande Lumut berasal dari Jawa. Cerita ini dikenal dalam berbagai versi. Versi yang paling banyak dikenal dan “tradisional” adalah yang mengaitkan dengan bersatunya kembali Kerajaan Jenggala dan Kediri.
Cerita Ande Ande Lumut berasal dari Jawa. Cerita ini dikenal dalam berbagai versi. Versi yang paling banyak dikenal dan “tradisional” adalah yang mengaitkan dengan bersatunya kembali Kerajaan Jenggala dan Kediri.
Jenis
Cerita
Ande Ande Lumut termasuk dalam cerita rakyat.
Ande Ande Lumut termasuk dalam cerita rakyat.
Sejarah
Perjalanan Manusia ke Planet Saturnus
Pesawat luar angkasa Cassini menempuh perjalanan
panjang untuk misinya mengorbit Planet Saturnus. Cassini menghabiskan waktu 7
tahun melintasi Tata Surya sebelum akhirnya mencapai Saturnus, planet keenam
dari Matahari.
Seperti dilansir media Inggris, mirror.co.uk, Rabu (26/4/2017), Cassini sempat menghadapi dua kali flyby atau terbang dekat Planet Venus dan Jupiter yang berukuran raksasa. Saturnus sendiri merupakan planet terbesar kedua dalam Tata Surya, setelah Jupiter.
Seperti dilansir media Inggris, mirror.co.uk, Rabu (26/4/2017), Cassini sempat menghadapi dua kali flyby atau terbang dekat Planet Venus dan Jupiter yang berukuran raksasa. Saturnus sendiri merupakan planet terbesar kedua dalam Tata Surya, setelah Jupiter.
Cassini diluncurkan Badan Antariksa Amerika Serikat
(NASA) pada 15 Oktober 1997 dan berhasil mencapai orbit Saturnus pada Juli
2004. Cassini melepaskan sebuah satelit kecil bernama Huygens yang mendarat di
permukaan Titan, salah satu bulan yang mengorbit Saturnus, pada 14 Januari 2005
lalu. Ini merupakan yang pertama bagi manusia untuk mendaratkan sebuah satelit
di bagian luar Tata Surya.
Dua bulan yang mengorbit Saturnus, yakni Enceladus
dan Titan, diyakini aktif secara geologi. Keduanya juga diyakini mampu
menyokong kehidupan, karena keberadaan lautan luas di bawah permukaannya.
Keberadaan lautan itu awalnya menjadi salah satu alasan NASA menghindari
menabrakkan Cassini ke permukaan kedua bulan itu.
Tahun ini, NASA akan menabrakkan Cassini ke permukaan Saturnus untuk mengakhiri misi yang telah berlangsung selama 20 tahun. Sejak tiba di Saturnus, pesawat luar angkasa setinggi 6,8 meter itu telah mengumpulkan sejumlah besar data dan menjepret berbagai foto luar angkasa, termasuk Bumi, yang hanya tampak sebagai titik cahaya kecil dari Saturnus.
Cassini akan
melakukan 'death dive' atau tukikan kematian ke permukaan Saturnus.
Pesawat nirawak ini akan melakukan manuver melewati cincin-cincin raksasa
Saturnus yang terdiri atas puing es, mulai 26 April ini. Direncanakan NASA,
akan ada 22 manuver Cassini selama 'terbang' melewati cincin itu.Tahun ini, NASA akan menabrakkan Cassini ke permukaan Saturnus untuk mengakhiri misi yang telah berlangsung selama 20 tahun. Sejak tiba di Saturnus, pesawat luar angkasa setinggi 6,8 meter itu telah mengumpulkan sejumlah besar data dan menjepret berbagai foto luar angkasa, termasuk Bumi, yang hanya tampak sebagai titik cahaya kecil dari Saturnus.
Saat momen itu terjadi, pesawat luar angkasa ini masih akan bisa mengambil foto-foto objek apapun yang ada di sekitarnya. Informasi yang sebelumnya terlalu berisiko untuk diambil, kemungkinan bisa didapat saat tukikan ini.
Setelah melewati celah cincin Saturnus selebar 2.400 kilometer, Cassini akan memasuki orbit terakhir dengan terbang dekat Titan. Gravitasi Titan akan 'membengkokkan' rute Cassini dan membuat orbitnya menyusut hingga akhirnya dia melewati cincin terdalam.
Dari sana, Cassini akan terjun dan terbakar seperti meteor saat masuk ke permukaan Saturnus. Sinyal terakhir Cassini ke Bumi diperkirakan akan diterima pada 15 September, yang juga menandai berakhirnya misi secara resmi.
Daftar
Pustaka: